kandungan ikan gabus

Ketahuilah Manfaat Dari Ikan Gabus untuk Kesehatan – Ada banyak sekali jenis ikan yang bisa dengan mudah kita temui di laut dan juga seringkali kita mengkonsumsinya untuk bisa dengan mudah memakannya dengan sangat lahap.

Rakyat Indonesia tidak pernah kekurangan ikan. Dari berbagai ikan yang dikonsumsi, salah satu yang paling umum adalah gabus (C. striata). Diolah dengan dikeringkan hingga dibuat pindang atau gulai, ikan gabus atau snakehead murrel ini dikenal dengan berbagai nama di penjuru Indonesia, seperti aruan, kocolan, bogo, atau kutuk.

Seperti ikan-ikan Nusantara lainnya, jenis ikan air tawar ini juga menyimpan banyak manfaat kesehatan jika diolah dengan benar. Apa saja? Inilah beberapa manfaat ikan gabus untuk kesehatan. Mari makan!

Ketahuilah Manfaat Dari Ikan Gabus untuk Kesehatan

Kandungan nutrisi ikan gabus
Sebelum mengenal manfaatnya, ada baiknya kita mengetahui terlebih dulu detail gizi health yang terdapat dari ikan gabus. Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia, ikan gabus porsi 100 gram mengandung:

Air: 79,6 gram
Protein: 16,2 gram
Lemak: 0,5 gram
Karbohidrat: 2,6 gram
Kalsium: 170 miligram (mg)
Fosfor: 139 mg
Natrium: 65 mg
Kalium: 254 mg
Tembaga: 0,30 mg
Seng: 0,4 mg
Vitamin A (retinol): 335 mikrogram (mcg)
Vitamin B1 (tiamina): 0,40 mg
Vitamin B2 (riboflavin): 0,20 mg
Niasin: 0,2 mg
Nah, berdasarkan kandungan nutrisinya, inilah deretan manfaat ikan gabus bagi kesehatan kita.

1. Membantu penyembuhan luka
Manfaat pertama yang terkenal dari ikan gabus adalah dapat membantu penyembuhan luka. Ini karena ikan gabus kaya akan protein albumin. Bahkan, beberapa penelitian mengatakan bahwa albumin pada ikan gabus lebih baik dibanding albumin pada putih telur dalam menyembuhkan luka.

Dalam sebuah penelitian di Politeknik Negeri Pontianak tahun 2016, albumin pada ikan gabus diolah menjadi krim untuk luka dan diujikan pada mencit. Hasilnya, dengan dosis 60 gram, krim albumin dari ikan gabus ditemukan efektif menyembuhkan luka hanya dalam 4 hari.

Untuk memilih albumin dalam ikan gabus, lebih baik mengonsumsi ikan gabus betina. Ini karena ikan gabus betina memiliki kandungan albumin 8,2 persen, lebih banyak dibanding gabus jantan yang berkisar 6,7 persen.

2. Baik untuk pasien sirosis
Pada pasien sirosis, umumnya terjadi penurunan kadar albumin. Kondisi ini disebut sebagai hipoalbuminemia. Jika tak segera ditangani, risiko rawat inap dan mortalitas meningkat. Berita baiknya, ikan gabus dilihat sebagai salah satu opsi untuk merawat hipoalbuminemia pada pasien sirosis.

Dalam penelitian di Purwokerto yang dimuat dalam jurnal Acta Pharmaceutica Indonesia tahun 2020 silam, salah satu opsi terapi obat dengan harga terjangkau adalah pemberian albumin oral. Terbuat dari ekstrak ikan gabus, albumin oral ini dapat meningkatkan kadar albumin untuk mengurangi durasi perawatan dan biaya.

3. Mencegah asites
Selain hipoalbuminemia, penelitian di Purwokerto tersebut juga menyebut fenomena asites atau penumpukan cairan di rongga peritoneal (antara perut dan organ dalam tubuh). Sebagai tanda dari penyakit hati (termasuk sirosis dan kanker hati), kekurangan albumin dikaitkan dengan insiden asites.

Selain menyembuhkan luka, albumin sebenarnya memiliki peran penting untuk mengikat cairan tubuh tetap berada dalam pembuluh darah dan tidak bocor. Kekurangan albumin pada pasien penyakit hati dapat menyebabkan asites yang ditandai dengan perut kembung dan membesar.